2,5 TAHUN TINGGAL DI RUMAH SETAN

Diposting pada

Ada Yang Mau Kenalan

Dia mengabaikannya, lebih tertarik dengan pipa besi sumur yang mulai karatan dipinggirnya. Anjas mendekati dan mencari batu untuk dilemparnya kedalam sumur tersebut, hanya mau memastikan kedalamannya dan ternyata cukup dalam.
Dia sudah memutuskan membakar rokoknya yang kedua sampai akhirnya Fajri selesai mandi dan menyusulnya ke halaman depan.
“Mau mandi juga ya,..” Tanya nya dan dijawab anggukan oleh Anjas. “Lampunya perlu diganti kayaknya,” tambahnya sambil melemparkan handuknya ke Anjas “Jangan sambil nyanyi ya…” candanya

Anjas menyegarakan untuk mandi, dia tidak tahan..begitu masuk rumah ini hawa nya langsung panas.
Pintu kamar mandinya dari kayu dan ada sedikit bolong karena dimakan rayap dibagian bawahnya sebesar ukuran kepala, cukup untuk mengintip siapapun yang mandi didalamnya.
Tapi Anjas tidak perduli, siapa yang akan tertarik mengintip 3 remaja cowok mandi…pikirnya.
Fajri benar, lampunya agak sedikit ogah-ogahan untuk menyala…kadang redup kadang terang.
Ternyata didalam kamar mandi jauh lebih panas dan pengap, padahal dibilang sempit juga tidak tapi seakan ruangan kamar mandi itu lg dipenuhi banyak orang.
Baru sekitar 5 menit Dia mandi, ada yang mengetuk kamar mandinya. Anjas bergeming, memastikan itu Fajri atau Lukman..belum sempat menyaut kali ini pintunya digedor keras tanpa henti sampai pintunya hampir terbuka. “Asyeemmm,,,belum nyampe 24 jam udah mau diajakin kenalan” Pikir Anjas.
Buru-buru menyelesaikan mandinya dan membuka pintu dan sesuai dugaannya tidak ada siapapun didepan pintu.
Tengkuknya langsung meremang tepat diarah kamar mandi, dia jelas-jelas merasa ada yang sedang melihatnya dari dalam kamar mandi itu, tanpa berkomentar apapun dia berlalu menyusul rekan nya dihalaman. “Sebenernya aku gak takut” batinnya, tapi Dia hanya ingin memastikan bahwa yang dialaminya barusaja itu juga dirasakan oleh Fajri.
“Ada yang ngajakin kenalan kayaknya,,,” Ujarnya pada Fajri yang sedang merokok ditangga teras.
“Iya,,,” Jawabnya singkat, “malah tadi saya disahutin pas nyanyi-nyanyi” katanya sambil lalu “Diem!, gitu katanya”
“oh…” balas Anjas yang tidak mau membahas lebih banyak lagi..Dia sudah terbiasa dengan gangguan alam lain sebelumnya, tapi dia tidak menduga kalau secepat ini.
Lukman datang dengan bungkusan nya, dia membeli banyak sayuran untuk dimasak nanti dan sekotak lilin. “Sering mati lampu disini Bang” Ujarnya menjawab tatap bertanya Anjas
Akhirnya malam juga, mereka bertiga saling membantu memasak makan malam pertama mereka dirumah ini.
Tidak banyak yang bisa dilakukan dirumah itu, hiburan TV tidak ada. Mereka bertiga sepakat akan patungan untuk membeli TV, tujuannya agar rumah tidak terlalu berasa sepi.
Fajri dan Anjas sepakat dalam diam untuk tidak membahas apa yang tadi mereka alami. Fajri terutama agak sedikit merasa aman saat Lukman ada dirumah, berharap paling tidak si penghuni lain itu agak menghormati yang punya rumah.
Tapi sebesar apapun ketakutan dalam diri Fajri ataupun Anjas, mereka memutuskan tidak akan tidur dikamar yang sama. Satu persatu rasa kantuk mulai menggelayuti mereka bertiga, awalnya Anjas kemudian Fajri berlalu kekamar masing-masing, meninggalkan Lukman yang masih mau duduk-duduk diluar teras.
Malam itu dilalui Anjas tanpa ada gangguan yang berarti,kecuali Dia sedikit sadar saat ada sentilan-sentilan kecil dikakinya, tapi rasa lelah dan ngantuk lebih menguasainya saat itu dan Dia terlelap nyenyak sekali

BACA JUGA:  KISAH ISTRI PESUGIHAN POCONG

Sumber kaskus